Selasa, 06 Desember 2016

Digital Learning Series – Peranan Internet dan Broadband/4G untuk Kemajuan Pendidikan Nasional (PISA Score)




Kalau dilihat dari judul diatas seperti bombastis sekali yaitu untuk Kemajuan Pendidikan Nasional?, Apa Sih Peranan atau manfaat dari Internet dan Broadband/4G (High Speed Internet) untuk kemajuan pendidikan di suatu negara atau bangsa?.
Sebelum kita melanjutkan lebih jauh kita pahami dulu atau sepakati dulu apa Definisi Internet Broadband (Akses Internet Pita Lebar). Definisinya bisa kita lihat sbb:
“Broadband technologies supply considerably higher bit rates than dial-up, generally without disrupting regular telephone use. Various minimum data rates and maximum latencies have been used in definitions of broadband, ranging from 64 kbit/s up to 4.0 Mbit/s.[14] In 1988 the CCITT standards body defined "broadband service" as requiring transmission channels capable of supporting bit rates greater than the primary rate which ranged from about 1.5 to 2 Mbit/s.[15] A 2006 Organization for Economic Co-operation and Development(OECD) report defined broadband as having download data transfer rates equal to or faster than 256 kbit/s.[16]And in 2015 the U.S. Federal Communications Commission (FCC) defined "Basic Broadband" as data transmission speeds of at least 25 Mbit/s downstream (from the Internet to the user’s computer) and 3 Mbit/s upstream (from the user’s computer to the Internet).[17] The trend is to raise the threshold of the broadband definition as higher data rate services become available.[18]

Jadi kalau memakai Term dari US Federal Communication Commisision, Akses Pita Lebar adalah kecepatan Internet Minimal 25 MBPS untuk DownLoad dan Minimal 3 MBPS untuk UpLoad..Kalau kita lihat di Indonesia sekarang sudah banyak Provider yang menyediakan layanan Mulai dari Telkom Group (Indihome.co.id) kemudian Biznet, MyRepublic, MNCPlay, FirstMedia (LippoGroup) dll, Demikian juga halnya untuk Akses dengan Mobile yaitu Teknologi 4G (Telkomel – XL Axiata – Idosat Ooredo – Andromax- Bold) sudah termasuk dalam kategory BroadBand (Pita Lebar).
Sekarang pertanyaannya bagaimana cara kita untuk bisa menggunakan atau memanfaatkan akses pita lebar diatas untuk kemajuan pendidikan Nasional.
Kalau ingin melihat potret mutu pendidikan kita khususnya Pendidikan Matematikan – Science dan Kemampuan Membaca Acuan yang bisa kita pakai adalah PISA Score. Apa Itu PISA Score ?
Program for International Student Assessment, disingkat PISA) adalah penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD). Tujuan dari studi PISA adalah untuk menguji dan membandingkan prestasi anak-anak sekolah di seluruh dunia, dengan maksud untuk meningkatkan metode-metode pendidikan dan hasil-hasilnya.  
Atau bisa juga dilihat di Wikipedia.com
The Programme for International Student Assessment (PISA) is a worldwide study by the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) in member and non-member nations of 15-year-old school pupils' scholastic performance on mathematics, science, and reading. It was first performed in 2000 and then repeated every three years. It is done with a view to improving education policies and outcomes. It measures problem solving and cognition in daily life.[1]
The 2012 version of the test involved 34 OECD countries and 31 partner countries, with a total of 510,000 participating students.[2]The 2015 version of the test will be published in December 2016.[3]
Dari Laporan yang bisa kami dapatkan yaitu dari https://data.oecd.org/indonesia.htm
Rangking Indonesia adalah Paling bawah yaitu Rangking 38/38 untuk ketiga kategori diatas.
Kenapa Korea dan Jepan yang sama-sama negara Asia bisa masuk di rangking atas sementara Indonesia selalu menjadi Juru Kunci dari 38 Negara yang terakhir ikut PISA Score.
Anehnya hal ini tidak pernah menjadi trending Topik di Indonesia, dimana kalau bicara Pendidikan yang selalu menjadi heboh adalah UN dan Menyontek Secara Massal?.
Kemudian kalau kita buka Web Litbangnya Kemendikbud, tidak ada pembahasan yang serius untuk meningkatkan ranking PISA Score Indonesia. Ternyata Anggaran Pendidikan yang 20 % Belum cukup mendongkrat PISA Score Indonesia. 
Terus apa yang mungkin sekarang bisa kita lakukan selain pembenahan Kurikulum – Infrastruk Pendidikan termasuk IT – Perbukuan – Kualitas Guru, Menurut hemat kami disamping program dan kegiatan diatas mungkin Digital Learning bisa kita jadikan Alternatif dan bisa jadi semacam Quantum Leap untuk mengejar ketertinggalan mutu pendidikan dasar di Indonesia.

Kenapa Penulis berani mengatakan demikian?, Sekarang kalau kita lihat perkembangan teknology pendidikan di Dunia, Digital Learning dimana termasuk didalamnya Online Learning dan Learning by YouTube serta Google For Education misalnya adalah beberapa Aplikasi yang bisa gunakan untuk Digital Learning. Kita sering fokus hanya kepada beberapa provider (mungkin lebih pantas disebut supllier CMIIW) yang menawarkan digital learning, kita atau banyak orang tua hanya fokus ke hal atau content tersebut padalah kalau kita mau ekspolasi lebih jauh banyak sekali layanan Digital Learning maupun Online Learning yang boleh dikatakan Gratis, ambil contoh misalnya Khan Academy dengan Tagline “Khan Academy | Free Online Courses, Lessons & Practice”
Disitu banyak modul-modul yang bagus bisa untuk Math – Science – English dll, dan itu disediakan secara Gratis dan ada modul untuk Guru dan ada untuk Murid – Guru dan Orang Tua.

Demikian juga ada juga Google for Education dan Google Classroom serta di YouTube banyak juga modul-modul atau channel yang menyediakan Pelajarang untuk Math – Science dan tentu Bahasa Inggris dan ada satu Provider yang cukup terkenal yang bisa digunakan untuk Para Murid dan Para Profesional yaitu Lynda.Com sekarang sudah di akuisisi oleh Microsoft Corporation.
Banyak lagi yang bisa kita eksplorasi dari Internet, yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita baik untuk siswa maupun kualiatas para Guru dengan biaya yang murah bahkan bisa dikatakan Gratis, Insha Allah kalau kita semua sepakat termasuk para penggiat dunia pendidikan. Semoga..
Bekasi 6 Desember 2016

@Rizal - Masrizal Umar
"Janganlah Berfikir Menjadi Orang Sukses Tapi Berusahalah Menjadi Orang yang Bernilai"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar